Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan
Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan
Penasehat, Penakawan, Penasaran.
Menulis merupakan tantangan tersendiri yang mengasyikkan. Terutama
bagi saya, kalau ditilik saya berada pada posisi nyaman dalam menulis. Kadangkala
saya lebih fokus pada tulisan yang belum saya selesaikan. Namun tak di pungkiri selama masa pandemi
siswa belajar dari rumah. Guru mengajar dari rumah.
Tugas seorang guru selain menyiapkan materi dan memberi materi
ajar. Ada tuntutan jauh lebih luas yaitu
mengawasi ana anak peserta didik dalam kegiatan belajar. Memastikan mereka sudah berada dalam zoom
Meeting mata pelajaran . Memandu mereka bergabung dalam zoom meeting tadarusan
pagi. Belum lagi melayani pertanyaan orangtua yang mengalami hambatan sinyal saat belajar. Melayani pertanyaan dari siswa ketika malam
jelang kuliah online.
Sebagai guru, hal itu sangat menyenangkan. Apabila kelas
asuhan saya hadir full pada setiap sesi belajar. Di akhir pembelajaran akan ada
laporan kegiatan belajar kepada walikelas. Setiap hari guru walikelas mengevaluasi
kegitan tersebut. Dan menanyakan kepada siswa kendala apa yang dialami dalam
proses Daring.
Guru wajib menjawab pertanyaan siswa karena beberapa orang siswa hanya malam hari bisa menggunakan HP. Apalagi saat
sekarang ini guru di minta ikut andil dalam urusan data vaksin. Mendata siswa
yang sudah vaksin. Mendata siswa yang
belum vaksin. Juga mendata siswa yang tidak mau di vaksin. Guru mendengarkan
alasan siswa yang tidak mau divaksin. Dengan penjelasan guru, mengajak siswa
untuk ikut serta dalam program vaksin. Pentingnya
ikut vaksin terkait kedepan rencana Pertemuam Tatap Muka Terbatas (PTMP).
Faktor inilah yang membuat saya, sering tertunda mengirim tugas menulis. Dalam pikir
saya ini bukan soal balapan mengirim tugas. Akan tetapi ini adalah konsistensi untuk
menyelesaikan dengan tuntas. Kita jalani prosesnya kita nikmati hasilnya. Hanya
itu yang bisa kita lakukan dengan harapan akhir yang membahagiakan.
Materi kuliah menulis saat ini masuk pada pertemuan ke -8, di gelombang 19. Judul yang sangat spektakuler “Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan”. Narasumber yang sudah familiar bagi saya karena sering membaca tulisannya di media sosial, Bapak Thamrin Dahlan, SKM,M.Si. Dengan moderator yang sudah tidak asing bagi peserta yaitu Mas Bambang yang akan mengawal acara pelatihan naungan Om Jay.
Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Begitu yang kita dengar selama ini. Inilah Profile Pak Thamrin, Alumni Pasca Sarjana Universitas Indonesia, lahir di Tampino Jambi 7 Juli 1952. Beliau adalah seorang Purnawirawan Polri. Terakhir bertugas sebagai Direktur Pasca Rehabilitasi BNN dengan Pangkat Kombes Polisi. Pekerjaan yang tengah ditekuni sekarang ini adalah dosen dan penulis serta pendiri Penerbit Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan. Beliau bertempat tinggal di kelurahan Duku Kramat Jati Jakarta Timur.
Aktivitas menulis di mulai tahun 2010 dan telah menerbitkan 40 judul buku. Saat ini beliau fokus membantu para penulis menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya. Informasi yang baik bagi penulis pemula. Membantu bisa menerbitkan buku, tanpa biaya alias gratis.Narasumber bisa di hubungi pada website terbitbukugratis.id dan email thamridahlan@gmail.com, Wa : 08159932527, dan WAG : Terbit Buku Gratis (Media Komunikasi, Informasi Dan Edukasi Literasi YPTD).
Pemilik YPTD ini juga aktif di Kompasiana, banyak jenis tulisannya kita temui antara lain yang terbaru, dalam Hari Buku Sedunia, Hadiah Puisi Emak-Emak, Kartini Guru, Pantun Puisi Kartini, dan Mudik Batal dan banyak lagi. Dalam usia 69 tahun, tak menyurut langkah dan semangat beliau untuk berbagi ilmu kepada pelatihan Belajar Menulis atau penulis pemula in
Semoga Pak Thamrin selalu diberi kesehatan yang prima oleh
Allh SWT , untuk senantiasa berbagi
pengalaman, inspiratif kepada kita semua.
Seperti kata beliau “sehat bukan segalanya
namun tanpa kesehatan semuanya menjadi tidak berarti”, .Apalagi ditengah Pandemi Covid 19 yang melanda dunia saat ini. Untuk selalu menjaga kesehatan, agar
terhindar dari virus yang menakutkan itu
” Guru Arsitek Peradaban adalah guru yang mendidik dan mengajar dengan hati. Tuntutannya berarti guru memberikan contoh yang baik bagi anak didik” . Demikian kata Bapak Thamrin Dahlan. Semoga guru-guru bisa mempersembahkan Ars itu pada dunia pendidikan khususnya dan negeri kita cintai ini umumnya.
Selanjutnya pemberian materi Pak Thamrin lebih ke diskusi dan
tanya jawab. Dalam selebaran PowerPoint beliau,
sesuai judul “Buku Muara Tulisan”, melalui YPTD Pak Thamrin mengajak
semua terutama guru untuk menulis,
karena menurutnya “Sesungguhnya muara menulis itu adalah buku.
Karena buku bersifat abadi dan menjadi
alibi tak terbantahkan atas kehadiran
seorang anak manusia di muka Bumi ini “
Tanpa kita sadar lanjut beliau setiap orang sebenarnya sudah pasti memiliki
buku, buku dalam arti tercantumnya nama seseorang dalam sampul, misalnya sampul
Raport. Ketika di SMP, SMA, para pelajar dan siswa sudah di wajibkan menyusun
karya tulis, walau itu kerja kelompok, namun jika makalah itu di jilid jadilah
sebuah buku.
Pada Perguruan
Tinggi, kualitas seorang sarjana
itu memiliki harkat yang terhormat, sebab telah menerbitkan naskah buku yang
dinamai Skripsi, Tesis, dan Disertasi.
“Tulisan-tulisan itu ibarat air mengalir, tetes demi tetes
bergabung menjadi satu, mengalir jauh mencari tempat terendah akhirnya bermuara
dilautan” . itulah Buku. “Sejatinya buku adalah kumpulan tulisan nan terserak.
“Selayaknya karya gemilang olah pikir
perlu diselamatkan menjadi kitab.” Begitu ulasan dari Pak Thamrin. Jadi kita sehari hari itu sudah menulis namun
masih dalam bentuk kata-kata, hanya saja belum di kumpulkan menjadi naskah
buku. Akan menjadi naskah buku, apabila untaian kata kata itu kita satukan
menjelma menjadi sebuah buku.
Begitu mudahnya membuat buku, hanya saja kita tak menyadarinya. Sekarang dengan adanya nasehat dari Pak Thamrin, kita coba mengumpulkan yang terserak selama ini. Ayo kita mulai menulis, benar kumpulah yang terserak itu menjadi alunan simponi kehidupan dalam sebuah buku. Kelak akan dibaca oleh anak cucu kita sebagai bentuk eksistensi kita di bumi Allah ini.
Pada kesempatan ini Pak Thamrin akan berbagi. Bagaimana caranya bisa menerbitkan buku
secara gratis di Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan (YPTD). Dengan komitmennya
membantu para penulis menerbitkan buku. Buku perdana ber ISBN tanpa biaya. Prosedur sangat
sederhana dalam waktu 14 hari buku terbit.
Hari demi hari informasi dari pemberi materi menggairahkan untuk segera menyelesaikan menulis buku. Rasanya bagi saya dalam beberapa
tahun lagi memasuki masa akhir tugas. Serasa
mendapat angin segar karena sudah ada yang menanti dan menampung karya tulis. Dimana
kesibukan itu sudah jauh berkurang. Fokus
kepada hal-hal yang menyenangkan yaitu menulis buku.
Ada 3 programYPTD :
1.Penulis telah memiliki naskah buku
2.Penulis aktif posting di website YPTD terbitkan
bukugratis.id setelah terkumpul 40 artikel maka buku akan diterbitkan
3.YPTD akan menerbitkan buku
Antologi berupa kumpulan tulisan yang di posting dalam 1 bulan.
Jika terpenuhi persyaratan tersebut YPTD akan menerbitkan
buku secara gratis.
Buku adalah mahkotah seorang penulis. Dalam wikepedia bahasa mahkotah adalah lambang kekuasaan. Bagai seorang Raja diakui sebagai seorang penguasa. Karena menggunakan mahkota dikepalanya. Makhkotah itu adalah bentuk pengakuan resmi dari rakyatnya.
Tanpa memiliki sebuah buku belum bisa dikatakan sebagi
seorang penulis sejati. Begitu sangat
berharganya arti sebuah buku. Sangat bisa dikatakan bahwa buku adalah tanda hadirnya diri
seorang manusia. Tanpa buku ibarat terputus
silsilah kemanusiaan. Agar tetap lestari
keberadaan nya ditengah masyarakat.
.Lebih lanjut Pak Thamrin menjelaskan. Bahwa ada ketentuan batas minimal dari UNICEF yaitu ketebalan buku harus 80 halaman atau 40 lembar. YPTD menyarankan supaya guru mempunyai batas minimal dalam membuat buku. Batasan itu adalah sebanya 150 halaman. Buku dengan ketebalan minimal 150 halaman, jika dilihat dan di pajang di perputakaan kelihatan gagah dan berwibawa.
Terkait editor YPTD tidak menyediakan tenaga editor naskah. Dengan
ketentuan ukuran buku A 5, Huruf Time
New Romant, font 12, spasi 1,5 dengan
Margin ,5, 1, 1, 1, tampilan buku sudah sangat
baik. Usahakan setiap satu paragraf tidak lebih dari 5 kalimat. Setiap kalimat
maksimal 9 kata.Membaca dan terus membaca tulisan sendiri adalah editor yang
terbaik.
Roh tulisan itu ada
sama penulis, untuk itu roh dari tulisan
itu harus dijaga . Penulis menulis sendiri, dan mengedit
sendiri. Sampai muncul naskah yang bagus, untuk dibaca pada akhirnya akan timbul
rasa puas atas olahan sendiri. Pola ini yang selalu dipakai Pak Thamrin, ketika
menerbitkan buku tanpa editor.
Banyak hambatan ketika mau menulis. Apalagi dalam menetapkan
judul tulisan. Langkah awalnya adalah, kita mau menulis tentang apa. Apakah akan
menulis Reportase, Opini atau Fiksi seperti cerpen puisi atau pantun. Masukan dari
beliau adalah niatkan dulu untuk menulis.
Untuk judul bisa belakangan, jangan
terhalang karena judul, menulis saja terus sampai selesai
Hindari plagiat , perbuatan tidak jujur dan terpuji. Untuk menulis
sebuah opini Narasumber sering menulis opini politik, menyunting satu paragraf
dari media main stream . Hal itu boleh
kita lakukan asal mencantumkan sumber berita aslinya. Selanjutnya berdasarkan
nalar kita bahas peristiwa yang terjadi sesuai dengan ilmu pengetahuan dan
pengalaman.
YPTD menerima semua jenis naskah baik fiksi dan non fiksi. Silahkan menulis baik bentuk opini, reportase,
kegiatan belajar mengajar pun boleh ditulis. Bisa juga buku berisi gabungan ke
3 jenis tulisan. Pengalaman narasumber 37 buku yang sudah terbit lebih banyak
ber genre bunga rampai, isi kumpulan tulisan harian sepanjang bulan.
Beberapa buku khusus seperti buku “Prabaowo Presidenku”, “Kasidah”, “ Kumpulan pantun”, “Polisi Juga Manusia” . Menulislah setiap hari kemudian kumpulkan, akhirnya jadilah sebuah buku. Akan berbeda jika membuat novel, karya itu fokus sampai ending, untuk judul akan bertemu dengan sendirinya.
Akhir dari sesi ini Pak Thamrin mengajak peserta untuk segera
buat akun di YPTD. Biar bisa menulis setiap hari 40 artikel. Tidak ada batas
waktunya, tidak ada admin yang menyeleksi, dan buku terbit ber ISBN. Jika para
peserta memiliki naskah buku kirim via email thamrindahlan@gmail.com. Kewajiban penulis memposting 10 artikel di
website YPTD terbitkanbukugartis.id . seperti yang disebut diatas program 40
artikel sudah cukup jadi sebuah buku. Sesuai
juga dengan standar UNESCO format menulis di website YPTD ukuran A5, kecuali
ada permintaan khusus. Pemberitahuan
dari narasumber bahwa YTPD pun pernah
menerbitkan Tesis seorang Guru yang di
edit sedemikian rupa sehingga enak dibaca dan pesan sampai ke pembaca laris
terjual karena ada ISBN.
Sampailah diakhir pertemuan pelatihan Belajar Menulis gelombang 19 pada pertemuan ke-8. Terimakasih
saya ucapkan kepada narasumber dan moderator yang telah memberikan pencerahan
ilmu yang sangat berharga mudah -mudahan an menjadi ladang amal buat semua yang
terlibat dalam belajar menulis.
Judul :
Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan
Resume : 8
Gelombang : 19
Tanggal : 28
Juli 2021
Narasumber : Thamrin
Dahlan, SKM,M.Si.

Wow... komplit resumenya meskipun banyak kegiatan. Tetap semangat, Ibu. Semoga tulisannya segera menjadi mahkota yang dinantikan.
ReplyDeleteTerima kasih bu Rosmiyati😍
ReplyDelete