DASAR PENULISAN
Dasar Penulisan
Tepat pada pukul 19.10 sapaan salam dari pelatihan
Belajar Menulis sudah bisa dibaca, Om Jay
saat ini tengah sibuk fokus mempersiapkan disertasi S3 nya. Malam ini
moderatornya dan narasumbernya adalah
Pak Sucipto dan Ibu Rita Wati dari Bali.
Atas ketidak hadiran Om Jay dalam pelatihan ini kita doakan semoga disertasinya
berjalan lancar.
Salam dari Pak Cip yang nama lengkapnya adalah Sucipto
Ardi yang biasa di panggil Pak Cip. Dalam ramah tamah beliau mengungkapkan rasa
senang dapat membantu kegiatan yang mencerdaskan lagi berfaedah ini. Seperti biasa susunan
acara pertama pembukaan dan paparan narasumber dan tanya jawab, lalu penutup.
Narasumber pada pelatihan malam ini adalah Ibu Rita Wati, S. Kom. Profil beliau terlahir dengan nama Rita Wati, di Kota Gurindam 12 Tanjung Pinang pada tahun 1402 Hijriyah. Beliau adalah seorang pendidik yang penuh semangat dan senang belajar sepanjang hayat. Saat ini Ibu Rita berprofesi sebagai pengajar di SMP Negeri 2 MendoyoKabupaten Jembrana Privinsi Bali. Selain mengajar beliau juga dapat tugas tambahan sebagai Operator Dapodik. Motto hidupnya adalah Setelah kesulitan pasti ada kemudahan dan Belajar sepanjang hayat. Saat ini Ibu Rita menekuni dunia literasi dan blog dengan bergabung di Komunitas Belajar Menulis bersama Om Jay. AISEI Writing Club bersama Dr. Capri Anjaya, Komunitas Sejuta guru Ngeblog dan Komunitas Cakrawala Blogger Nasional. Kecintaannya dalam dunia literasi dibuktikan dengan terbitnya 4 buku solo dan 10 buku antologi. Penulis dapat di hubungi melalui : http://www.ritapinang.my.id/2020/06/contact-us.html
Ucapan syukur
alhamdulillah karena dari narasumber melengkapi kelanjutan pemaparan
pelatihan Belajar Menulis Gelombang 18, semoga berjalan lancar.
Sebelum pemaparan dilanjutkan Ibu Rita melihatkan
koleksi bukunya, bahagia ya kalau sudah punya deretan buku yang bisa kita
tampilkan. Seperti awal beliau juga memulai belajar menulis ini dengan Om Jay
yaitu Belajar Menulis Gelombang 10. Luar biasa semoga para peserta pada
gelombang 18 ini bisa mengikuti jejak
ibu Rita. Doakan keikut sertaan saya dalam ontologi gelombang 18 bisa terwujud.
Semakin banya narasumber yang kita temui, semakin bersemangat dalam berlatih
menulis ini. Ibu Rita memulai menulis sejak setahun yang lalu, sejak masa pandemi yang tengah melanda Indonesia.
Itulah hikmah yang pandemi yang dirasakan Ibu Rita, dimana Ibu Rita
memanfaatkan waktu dengan mengikuti komunitas penulis. Empat buku yang terdiri
buku tutorial, cerpen dan kumpulan kisah inspirasi dan satu resume hasil
belajar menulis. Empat buku genre yang berbeda membuat Ibu Rita jadi banyak
belajar tentang kepenulisan. Ditambah lagi beliau menjadi kurator dari di 3
buku antologi, yang membuat Ibu Rita semakin belajar tentang keunikan dari masing-masing
penulis.
Masuk pada materi sesungguhnya yaitu Dasar Penulisan.
Narasumber bertanya kepada para peserta
pelatihan menulis , “kira-kira menulis itu susah apa tidak”, jika susah “apa
penyebabnya”. Narasumber memaparkan
beberapa pemyebab susah menulis, antara lain susah ide, miskin kosa
kata, sulit merangkai kata, susah memulai, bingung mau menulis apa, tidak
percaya diri, merasa tulisannya jelek, dan merasa tulisannya tidak layak untuk
dibaca.
Jika ingin jadi penulis semua permasalahan yang timbul
di henyahkan dibuang jauh-jauh yang
dilakukan adalah agar jadi penulis yang baik yaitu “menulis, menulis dan
menulis” ajakan Ibu Rita. Seperti kita
belajar waktu sekolah yaitu rumus 5 W dan 1 H. Apakah itu ? What (apa),
Where(dimana), When (kapan), Who (siapa), How (bagaimana). Dalam bahasa
Indonesia untuk memudahkan penghapalannya ke 6 unsur ini maka dikenal dengan
singkatan ADIKSIMBA “Apa Dimana Kapan
Siapa Mengapa Bagaimana.
What : Peritiwa apa yang sedang terjadi ? Apa
dampaknya, apakah peristiwa tersebut menimbulkan kerugian.
Where : Dimana kejadian atau peristiwa yang diceritakan
When : Kapan kejadian dari peristiwa yang diceritakan
Who : Dalam 5W1H memfasilitasi untuk memberikan
informasi seputar orang-orang yang terlibat dalam cerita yang ditulis
Why : Suatu peristiwa pasti terjadi tanpa alasan
How : Penggunaan unsur how ini akan membantu pembaca
memahami alur cerita. Jika telah terpenuhi ke 6 unsur tersebuy, maka tulisan
kita akan mudah dipahami oleh pembaca.
Kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis pemula
adalah:
1.
Penulis pemula sering menulis dengan
menggunakan paragraf yang panjang-panjang
2.
Tanda baca yang
sering keliru
3.
Penggunan kata
yang masih banyak salah tidak menggunakan kata baku
Tip menulis agar tulisan enak dibaca :
1.
Banyak membaca
dengan membaca akan menemukan ide untuk menulis dan memperkaya perbendaharaan
kata
2.
Terus berlatih
menulis setiap hari, tidak perlu panjang cukup 3 paragraf saja. Tapi pehatikan
tanda baca, kata baku dan pemenggalan paragraf
3.
Perhatikan
Paragraf pembukaan, Isi dan Penutup. Buatlah opening yang menarik
sehingga pambaca tertarik untuk membaca tulisan kita begitu juga dengan Closing
4.
Perhatika Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PEUBI). Hal ini dapat membantu kita jika ada
kata-kata baku yang masih ragu.
5.
Perhatikan
kembali susunan kalimat yang telah kita
pelajari di bangku sekolah. Dari subjek, predikat, objek dan keterangan (SPOK)
6.
Setelah selesai
menulis baca kembali naskah minimal 3 kali dengan suara lantang. Jika terjadi
nafas yang tersengal sengal maka tulisan tersebut terdapat paragraf panjang.
7.
Perhatikan
perbedan media online seperti blog
facebook. Media online tebatas misalnya durasi 3 menit. Jika menulis buku
perlu kaidah kaidah penulisan yang benar
Itulah 7 tips
yang perlu diperhatikan agar tulisan yang kita tulis enak dibaca dan
lebih berkualitas. Penulis dan editor harus saling bekerjasama saling memberi
dan menerima masukkan. Demi menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas.
Hal-hal yang harus diperhatikan bagi Penulis Pemula
yaitu :
1.
Penggunaan huruf
besar atau kapital.
a.
Huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat contoh : Dia sedang mengikuti
pelatihan menulis. Hari ini pertemuan ke-3 kelas belajar menulis gelombang 18.
b.
Huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan. Contoh : Sukarno.
Daya Sumbing. Raden Ajeng Kartini
c.
Huruf kapital
dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung. Contoh “Ayo kita pulang Bu”
Rengek Joni pada Ibunya.
d.
Huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan termasuk
sebutan dan kata ganti untuk Tuhan. Contoh Islam, Alquran, Kristen, Alkitab,
Hindu, Weda. Allah selalu bersama hambaNya.
e.
Huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama setiap kata. Termasuk huruf kata ulang sempurna .
didalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat tugas kecuali
kata tugas, seperti di, ke, dari dan,
yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh : .Saya telah
membaca buku Merajut Asa Sejak Belia. Tulisan itu di mua tdalam koran Radar
Bali.
f.
Huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat atau sapaan. Contoh
: SH = Sarjana Hukum. S.Kom = Sarjana Komputer.
Dt =
Datuk. Tb = Tubagus
Selanjutnya Ibu Rita akan membahas tentang kata depan di banyak sekali kesalahan ketika mengedit
kata depan di . Kata di-
menunjukkan fungsi sebagai imbuhan. Kata di- diikuti dengan pembentukan kata
kerja pasif. Artinya, penulis di jenis ini dinilai tepat jika kata kerja pasif
bisa diubah menjadi kata kerja aktif (dengan imbuhan me-)
Contoh :
ditinggalkan (bisa diubah jadi meninggalkan), ditulis (bisa diubah jadi
menulis)
Kata di menunjukkan fungsi sebagai kata depan. Berarti
ia harus dipisahdari kata belakang. Kata di diikuti dengan kata lain selain
dari kat-kata pembentuk kata kerja pasif. Kata di jenis ini bisa diikuti dengan nama dan
tempat, waktu, nama orang, penunjuk lokasi dan lain sebagainya. Serta tidak
bisa diubah menjadi kata kerja aktif
Contoh : di sini (tidak bisa diubah jadi menyini),
di siang hari (tidak bisa diubah jadi menyiang
hari), di dirimu (tidak bisa diubah jadi mendirimu)
Kseimpulan di
sebagai imbuhan + kata kerja (maka penulisan serangkai) selain itu terpisah.
Penjelasan
selanjutnya adalah tentang penggunaan tanda seru. Tanda seru dipakai untuk
mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan
kesungguhan, ketidakpercayaan atau emosi yang kuat.
Contoh : Alangkah indahnya
pemandangan di Nusa Dua!. Ayo belajar!
Demikian pemaparan
dari ibu Rita, setelah ini adalah sesi tanya jawab yang intinya dari pelatihan
kali ini adalah mengingatkan kembali masa-masa perkuliahan dulu atau masa
sekolah. Belajar menggunakan Subjek, Predikat, dan Objek (SPOK) Semoga pelatihan kali ini bisa merubah kesalahan- kesalahan yang
pernah terjadi pada tulisan kita atau resume kita.
Judul :
Dasar Penulisan
Resume :
3
Gelombang :
18
Tanggal : 9 April 2021
Nara Sumber :
Ibu Rita Wati S. Kom
Comments
Post a Comment