Menjadi Penulis Ala Bu Kanjeng
Menjadi Penulis Ala bu Kanjeng
Inilah pelatihan guru menulis gelombang 18. Group belajar menulis ini diasuh oleh Om Jay. Sudah lama saya berada di group belajar menulis. Belum tergerak untuk memulai, Alhamdulillah dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim saya mulai mencoba, dan pasti bisa.
Diawali dengan acara pembukaan tanggal 3 Apri 2021 pembukaan lewat zoom meeting dihadiri oleh sekjen PB PGRI bapak Dudung.
Pertemuan pertama ini akan di mulai oleh nara sumber hebat Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.
Profil penulis lahir di Semarang 8 April 1961 dari pasanga Sugiman dan Hj Sri Yatminten. Beliau pernah belajar di UNS tahun 1980 sampai 1984 di FKIP jurusan Bahasa Inggris. Setelah fakum beberapa tahun beliau melanjutkan studi S2 di UMS Surakarta tahun 2007 sampai 2010. Saat itu beliau menjabat sebagai Kepala SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta
Penulis memulai literasinya saat usianya sudah tidak muda lagi. Hal ini lebih menjadi penyemangat bagi saya untuk mulai belajar menulis, karena saya juga memulai dalam usia yang sudah tidak muda lagi. Bagi saya menulis bukan lagi untuk mencapai karier, tapi lebih kepada memberi kesibukan pada diri saya sendiri ketika memasuki usia pensiun. Membekali diri saya dengan hadiah kebahagiaan karya dan prestasi.
Capaian prestasi beliau sungguh luar biasa dalam waktu singkat sudah menulis buku pelajaran antara lain Seri Pendalaman Materi UN terbitan Erlangga tahun 2010, dan revisi ulang tahun 2015 diterbitkan kembali. Tahun 2018 beliau menulis buku berbahasa Inggris dengan judul Wow English is So Easy Kids dan Ready to English jilid 1,2,dan 3. Ia juga menulis buku parenting dengan judul Seni Mendidik Anak dengan Tuntunan Islami tahun 2013, Masuk Surga karena Anak tahun 2017 , Merawat Harapan tahun 2018 dan The Power Of Mather’s Prayers. Penulis juga menulis 2 novel Hidayah “Kugelar Sajadah Cinta” tahun 2013, “Perempuan Terbungkus” tahun 2018 dan 2 buku memoir dengan judul “Catatan Hati Menuju Baitullah” dan “Semangat Menggapai Ridho Allah”. Tepat 50 Tahun Pernikahan Emas satu buku lagi terbit, sebagai buku motivasi dengan judul The Stories of Wonder Women. Satu lagi buku pengayaan “Budi Pekerti dan Akhlak Mulia tahu 2018. Motto hidup beliau adalah Bersemangat Menggapai Ridho Allah berbagi dan silaturahmi. Penulis dengan kemajuan teknolgi bisa di sapa di akun FB, IG dan WA nya.
Dalam pelatihan ini lebih fokus pada sesi tanya jawab sekaligus solusi bagaimana menjadi penulis yang diharapkan sesuai dengan harapan penulis itu sendiri.
Hal ini lebih kepada berbagi, bagaimana terjadinya proses menulis buku. Prosesnya diawali dengan kecintaan beliau membaca buku sejak SD, remaja, dewasa, dan kemudian akrab dengan dunia kampus sampai beliau menjadi seorang guru. Saat kuliah beliau mengambil kursus jurnalis selama 6 bulan. Hobby beliau sempat terhenti karena menikah .Hobby beliau muncul kembali menjelang usia 50 tahun dan saat itu beliau mengambil kuliah S2.
Dikatakan bahwa beliau mengambil kuliah S2 setelah jeda kuliah selama 25 tahun. Jadi refleksi bagi saya tidak ada kata menyerah walau usia sudah tidak muda lagi.
Pada 2007 beliau mengenal media sosial dan pada 2009 mengenal blog dan rajin mengisi blog kompassiana. Beliau rajin menulis blog menulis tentang apa saja opini, parenting artikel dan travelling
Dan akhirnya beliau mempunyai komunitas blogger misalnya mak-mak blogger, perpustakaan dan kearsipan solo, komunitas solo membaca . Pada tahun 2010 beliau mengikuti lomba blog dan mendapat juara ke 3. Peserta dalam lomba tersebut adalah ibu ibu muda yang tinggal di luar negeri.
Pesan beliau ketika kita menulis itu harus memiliki semangat, seperti semangat yang beliau punya. Beliau memulai kembali dunia literasi dalam usia yang tidak muda lagi. Ada pepatah yang mengatakan lebih baik telat dari pada tidak melakukan sama sekali itu penyemangat beliau dalam berliterasi
Untuk mewujudkan sebuah buku hal yang terpenting adalah kantongi dulu semangat kalau semangat itu sudah dimiliki akan terbangun dengan sendirinya ide-ide yang akan dijadikan bahan tulisan . Ide itu bisa datang dari sahabat, kerabat. Kita bisa jadi pendengar yang baik atas keluhan mereka hal itu bisa dijadikan ide. Dengan begitu kita bisa meramu pesan apa yang akan kita sampaikan dalam tulisan itu.
Penekanan dari beliau yang sangat baik dan menarik untuk di amati bahwa ketika kita mulai menulis buku kita juga harus memiliki pemahaman bahwa menebarkan pengetahuan dan mendialogkan kebenaran itulah bagian dari menulis buku. Menulis buku itu mengikat makna menghimpun dan menebar gagasan. Menulis buku juga bagian dari tanda terimakasih kepada guru ,karena berkat guru kita bisa membaca menulis dan akhirnya bisa memberi inspirasi kepada orang lain. Menulis buku adalah langkah perjuangan yang menyenagkan. Menulis buku bagaikan desainer merancang dan membut baju. Begitulah paparan dari beliau tentang menulis buku.
Selanjut berbagi dalam tanya jawab, bagaimana prosesnya menjadi buku yang baik, yaitu bangun dulu mental dan keinginan yang kuat bagaimana mengumpulkan ingatan, tentukan tokok dan karakter setiap sub judul lalu membuat outlen daftar isi yg mau di jadikan sub judul. Itu artinya kita sudah menggantongi semangat yang harus kita lakukan. Demikian uraian beliau.
Langkah selanjutnya cara membuat buku adalah kita menyiapkan outlen atau daftar isi yang terdiri dari beberapa bab, sebelum membuat out lain kumpul dulu materi-materi yang akan mendukung. Outlen juga berupa kata-kata bijak, data statistik, teori, gambar, point-point penting, refleksi diri pribadi tergantung dari buku yang akan ditulis.
Pertanyaan berikutnya bagaimanakah persiapan membuat outlin ? Ada tiga langkah membuat outlin pertama membuat topik, langkah kedua adalah apakah buku itu berbentuk reflektif, persuasif, informatif, atau penelitian atau kombinasi dari beberapa hal di atas. Terakhir outlin harus fokus, jangan sampai ketika membuat buku berubah pikiran.
Informasi dari beliau tentang proses sebelum menjadi penulis tunggal. Kita bisa berlatih menulis di dalam sebuah buku antologi. Buku antologi ini atau buku dipakai dengan nama istilah tubar tulis bareng penulisnya lebih dari satu orang. Satu orang dengan satu sub judul dengan tema tertentu. Kita bisa belajar dengan penulis lain dengan melihat gaya menulisnya.
Demikian hasil dari resume pertama saya, dengan melihat uraian dari ibu Sri Sugiastuti menambah semangat saya untuk belajar menulis. Himbauan beliau jangan takut untuk memulai, jangan takut salah menulislah. Untuk mendapatkan ide itu bisa dari mana saja. Yang sangat luar biasa dari beliau adalah memegang teguh kata kata “lebih baik telat dari pada tidak berbuat sama sekali”. Kata kata yang jadi penyemangat beliau sekaligus penyemangat saya juga.
Judul : Menjadi Penulis Ala Bu Kanjeng
Resume : 1
Gelombang : 18
Tanggal : 5 April 2021
Nara Sumber : Dra. Sri Sugiastuti M.Pd
Comments
Post a Comment