Penerbi Indie

 

Penerbit Indie

Kita sudah sampai pada pada pertemuan ke-5 Belajar Menulis gelombang 18 dengan narasumber Bapak Mukminin S.Pd., M.Pd. Moderator Ibu Kanjeng sudah mempersilahkan Mr Bam untuk memandu  kegiatan .

Diawali dengan memperkenalkan narasumber bisa dibaca pada Curiculum Vitae, lahir dengan nama Mukminin di Jombang 6 Juli 1965. Lulus D2 IKIP Negeri Surabaya tahun 1987. Lulus S1  IKIP PGRI tahun 1998. Lulus S2 UNISDA Lamongan tahun 2012. Jurusan Bahasa dan Sastera Indonesia. Beliau guru SMP 1 Kedungpring Lamongan sejak 1989 sampai sekarang. Cak Inin begitu nama blognya  pertama menulis buku pada usia 55 tahun. Banyak pengalaman dan Hobby beliau yang tidak bisa disebut satu persatu. Semua kegiatan cak Inin pasti hal yang membuat dia bahagia.

Cak Inin mulai mengikuti belajar menulis 29 maret s.d Desember 2020, dan telah menerbitkan 2 buku solo, pertama buku 55 Pantun Nasihat diterbitkan Kelompok Majas Bojonegoro, kedua buku Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar diterbitkan  Kamila Press Lamongan. Ada 8 buku ontologinya.

Cak Inin akan menyampaikan materi Pengenalan Penerbit Indie memperkenalkan (Penerbit Independen). Seorang penulis akan merasa bahagia  dan lega jika dia berhasil,  menulis dan menerbitkan buku. Pasti sangat bahagia sekali jika namanya terpajang dalam cover sebuah buku,  buku-buku terpajang di rak dan bisa dinikmati oleh banyak orang.  Ada 5 tahap untuk menulis dan menerbitkan buku

Tahap 1 : PraWriting

Yang bisa di lakukan adalah tahap pra writing yaitu penulis akan mulai mencoba mencari ide yang sesuai dengan tema yang di tulis. Tema sesuai dengan pasion yang dimiliki. Boleh fiksi dan non fiksi. Ide bisa dari pengalaman dari hasil membaca buku majalah, koran ada kejadian yang sedang berlangsung.

 

Tahap 2 : Drafting /Outline

Tahap ini seorang penulis mulai membuat outline atau daftar isi buku yang akan dituliskan atau dikembangkan menjadi naskah buku.

 

Tahap 3 : Wraiting

Tahap ini  penulis mulai menulis dan mengembangkan kerangka atau daftar isi untuk dijadikan naskah. Diperlukan kreativitas penulis dalam bentuk karya-karyanya. Kreatifitas itu merupakan kemampuan merangkai kata,  kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi, agar tercipta tulisa yang menarik  untuk dibaca.

 

Tahap 4 : Revisi dan Editing

Revisi : setelah menuliskan banyak yang ditulis pada naskah, pada tahap selanjutnya adalah mulai mengoreksi atau merevisi tulisan mana yang baik dicantum mana yang tidak. Pada tahap ini kita akan mencari tahu dimana letak kekurangan tulisan. Apakah  sesuai dengan alur atau masih melebar keman-mana. Dan dilanjutkan tahap revising. Seorang penulis dapat mengubah beberapa tulisannya, dan bisa juga menambah beberapa tulisannya. Tahap ini dinamakan penulis lagi memoles tulisannya

Editing : tahap ini penulis menjalankan proses editing terhadap karyanya. Beda dengan tahap revisi yang masih bisa menambah atau mengurangi tulisan. Tahap ini lebih kepada memperbaiki tanda baca , kesalahan pola kalimat, dan kesalahan tata bahasa dan lainnya. Meskipun nanti tulisan kita juga akan diedit  oleh editordi penerbit . Seorang penulis tetap harus menyunting tulisannya sendiri istilahnya Swasunting

 

5 Tahap Publikasi

Jika sudah yakin dengan tulisan naskah, maka saatnya masuk pada tahap akhir yaitu publikasi. Kita bisa lanjutkan naskah ke penerbit, pertanyaan penerbit manakah yang akan menerima naskah kita, banyak juga naskah tulisan yang ditolak penebit.

Sekarang ini kita bisa menerbitkan buku secara inden penden,(Penerbit Indie) yang siap membantu untuk menerbitkan naskah.

Selanjutnya Cak Inin mengajak peserta Belajar Menulis, melek penerbit. Penerbit itu ada 2 yaitu Penerbit Mayor dan Penerbit Indie.

Apakah perbedaannya kedua penerbit ini?

1.      Jumlah cetakan di Penerbit Mayor, cetakan pertama 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar, untuk dijual di toko buku

Penerbit Indie hanya mencetak apabila ada pesanan atau cetak berkala  yang dikenal dengan POD (Print On Demand) yang akan didistribusikan melalui media online facebook , Twitter, Instagram, Youtube, WA group dan lain-lain

2.      Pemilihan Naskah yang diterbitkan

Penerbit mayor : Naskah harus melewati tahap prosedural sebelum menerbitkan sebuah naskah dengan minimal cetakan 1000-3000 mereka akan hati-hati untuk memilih naskah yang akan di terbitkan, tidak mau mengambil resiko dan juga mengikuti selera pasar. Jelas penolakan Penerbit Mayor lebih tinggi

Penerbit Indie: tidak menolak naskah selama naskah itu sebuah karya yang layak diterbitkan, tidak melanggar undang-undang hak cipta,  karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi naskah tersebut pasti akan diterbitkan

3.      Profesionalitas

Penerbit Mayor tentu saja profesional dengan banyak dukungan SDM di perusahan mereka

Penerbit Indie : Juga profesional, tapi sering disalah artikan, banyak yang beranggapan Penerbit Indie asal-asalan, asal cetak, lalu di jual. Penulis harus jeli memilih, penerbit mana yang akan di pakai untuk mencetak naskah, perhatikan kertas dan cover yang akan di gunakan agar naskah kita setelah jadi buku kelihatan bagus

4.      Waktu Penerbitan :

Penerbit Mayor : Sebuah naskah diterima atau tidaknya menunggu waktu konfirmasi lebih kurang 1 sampai 3 bulan. Jika naskah diterima bergiliran bisa cepat bisa lama bahkan sampai bertahun –tahun. Karena Penerbit Mayor perusahan besar, banyak alur yang harus di lalui . Bersyukur kalau bisa cepat didistribusikan disemua toko buku. Namun jika penjualan buku tidak sesuai target maka buku akan di lepas oleh distributor dan ditarik oleh penerbit

Penerbit Indie : Penerbit Indie segera memproses naskah dengan cepat. Dalam hitungan minggu buku akan segera terbit. Penerbit Indie tidak fokus pada selera pasar, jika naskah itu baik dan layak oleh penulis dan itu adalah karya terbaik daari penulis pasti segera diterbitkan, dan tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.      Royalti

Penerbit Mayor : Mematok untuk penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah penjualan 3-6 bulan penjualan buku.

Penerbit Indie : Umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, Wa group, status dll

6.      Biaya Penerbitan

Penerbit Mayor : biaya penerbitn gratis, itulah sebabnya mereka tidak langsung menerbitkan buku, karena penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku. Jika tidak laku maka kerugian ada di pihak penerbit

Penerbit Indie : Berbayar sesuai aturan masing-masing penerbit, antara penerbit yang satu dengan yang lain berbeda.

Contoh penerbit mayor adalah Gramedia, pustaka Utama, Mizan, Republika, Grasindo, Loka Media, Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga, Yudhistira, dan   

 Lain-lain.

Contoh penerbit indie adalah  dalam group belajar menulis bersama PGRI : YPYD, Gemala,  Kamila Press Lamongan

Selanjutnya Cak Inin melanjutkan menshare yang terkait dengan penerbit indie bagaimana  harga cetak buku, ukuran bukunya, jenis kertas dan lain-lain.

Dengan informasi yang rinci dari Cak Inin kita bersyukur bagi penulis pemula ada yang bisa menerima naskah tulisan, untuk di terbitkan jadi sebuah buku.

Demikian resume ke -5 dengan Judul Penerbit Indie dengan narasumber Mukminin.

Judul                : Penerbit Indie

Resume           : 5

Gelombang     : 18

Tanggal           : 14 April 2021

Nara Sumber   : Bapak Mukminin S.Pd., M.Pd. (Cak Inin)

Comments

Popular posts from this blog

Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan

Menulis Resume Untuk Jadi Buku

Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan