Teknik Memasarkan Buku


Lewat Chanel youtube Om Jay mengingatkan peserta Belajar Menulis bergabung di WAG, kali ini materinya Teknik Memasarkan Buku. Ucapan salam dan lafadz Basmallah pelatihan ini di buka. Hari ini pemateri Wijaya Kusumah, M.Pd yang  ngetop dikenal sebagai Om Jay dan narasumber Pak Cipto

Dengan bersyukur kepada Tuhan karena kita tetap diberi kesehatan yang baik, selain itu kita layak bersyukur karena adanya kesempatan waktu hingga kita bisa ikuti program Pelatihan Belajar Menulis, hari Senen 26 April 2021

Profil Wijaya Kusumah sudah banyak mengetahuinya. Banyak guru-guru blogger dan penulis yang tersebar di Indonesia adalah murid beliu. Banyak sudah yang tertular virus menulis dari  Om Jay. Kini Om Jay sedang proses menyelesaikan kuliah S3, kandidat Doktor tersemat di namanya.

Susunan acara adalah sebagai berikut

1.       Pembukaan

2.       Paparan materi

3.       Tanya jawab

4.       Penutup

Untuk memasarkan buku yang bermutu menurut Om jay, kembali lagi belajar bagaimana menulis dan menerbitkan buku. Para pakar sudah banyak memberi amonisi kepada peserta pelatihan. Pada intinya adalah bagaimana teknik memasarkan buku yang jitu dan banyak dibeli oleh pembaca.

Penulis yang baik adalah pembaca yang baik, kita menemukan buku itu bagus setelah membaca isinya. Biasanya diiringi dulu dengan iklan dan promosi, agar buku yang diterbitkan layak untuk dimiliki

Pengalaman Om Jay memulai mencari editor yang mampu membuat bukunya terbit menjadi enak dibaca. Selanjutnya semua buku yang dicetak di penerbit Indie selalumenggunakan jasa editor, dan Om Jay tidak pernah merangkap menjadi editor, cukup jadi penulis. Itulah mengapa isi bukunya yg beliau terbitkan  selalu laku di pasaran. Sebab sudah di edit secara profesional oleh para editor yanag memang menguasai di bidangnya.

Kalau mengunakan penerbit mayor,atau penerbit besar, semua buku ada editornya, sehingga terseleksi dengan baik, dan layak untuk dijual atau dipasarkan keseluruh Indonesia. Bahkan ke manca negara, bila bagian marketing sudah sampai ke berbagai manca negara.

Teknik memasarkan buku bisa di akses di google pencaian , maka kita dapat segudang informasi, narasumber sendiri menggunakan youtub dan instagram untuk memasarkan buku-buku terbaru. Beberapa gambar buku terbaru om jay lagi diperlihatkan. Semoga bisa mengikuti jejak Om Jay.

Untuk promosi Om Jay menggunakan Instagram, beliau belajar dengan anak pertamanya Intan. Kebetulan anaka Om Jay lagi memasarkan produk Alquran yang sangat bagu sekali kertas dan tampilannya . Cara beriklan sangat cool dan cendrung kepada storytelling. Juga lewat youtube, mempromosikan penjualan buku di youtube, dan blog.

 Semua itu membuat buku menjadi  laku  banyak yang pesan dan membeli dari seluruh Indonesia, bahkan ada juga yang memesan dari Malaysia , Singapura, dan Brunei

Inti dari permasalahan buku adalah adanya kolaborasi. Kita harus bekerjasama dengn orang lain agar buku yang diterbitkan laku dipasaran. Untuk penerbit besar, biasanya mereka memiliki tenaga pemasaran  yang banyak, sehingga serang laut dan udara  dapat  dengan mudah dikuasai, walaupun tenaga pemasaran buku agak berkurang akibat pandemi ini.

Bagi penulis pemula ingin bukunya laku dan dibeli oleh orang banyak, karena itu kolaborasi adalah kunci agar buku kita bisa di pasarkan dibelantara dunia maya yang selalu non stop 24 jam

Begitulah ajakan dari Om Jay bagaimana promosi yang baik bagi penulis pemula, berkali kali kita gagal, lekas bangkit, cari akal, berkali-kali jatuh lekas berdiri dan jangan mengeluh. Itulah yang dilakukan Om Jay, ketika mengalami beberapa kali kegagalan dalam memasarkan buku  terbarunya.  Pada akhirnya beliau menemukan hal- hal yang membuat dia mencari momentum untuk menerbitkan buku terbarunya, demikian uraian Omjay

Om Jay banyak belajar dari almarhum  Hernowo Hasim, beliau sangat produktif sekali dalam menulis. Dari sekian ratus bukunya hanya sedikit yang menjadi reseler salah satu adalah “Andaikan Buku Sepotong Pizza”

Harus diakui buku yang di terbitkan oleh penerbit mayor lebih banyak pembelinya. Mereka selain punya tenaga pemasaran yang berpengalaman , juga memiliki media sosial yang bagus. Wajar saja bila buku-buku yang diterbitkan banyak pembacanya

Pengalaman Om Jay, salah satu penerbit buku mayor yang selalu melakukan inovasi adalah penerbit Andi Yogjakarta. Beliau banyak belajar dari pengalaman pengelola penerbit ini.

Hal yang disukai Om Jay  dari penerbit Andi dalah sering melakukan webinar dan bersertifikat Andi bisa belajar youtubeny di tv Andi.

Om Jay mengajak kita pelatihan penulis untuk selalu melakukan inovasi, sebab inovasi tiada henti membuat buku-buku kita tuliskan sampai ketangan pembaca. Jangan kaget kata Om Jay royalti buku dari penrbit Mayor maupun penerbi Indie bisa dinikmati

Satu lagi ajakan Om Jay jangan lupa silaturahmi, sebab silaturahmi juga sangat membantu kita dalam memassrkan buku. Pada akhirnya teknik memasarkan buku akan kita temui dari adanya silaturahmi ini. Kekuatan silaturahmi dahsyat  akan banyak rezeki yang akan mengikutinya,

Sampailah pada sesi tanya jawab

Penanya pertama Ibu  Agus Farida dari Marabahan Batola Provinsi Kalimantan selatan, yaitu untuk pemula membuat buku Antologi tentu ingin sendiri, untuk mempersingkat waktu bisakah antologi-antologi dijadikan satu buku, lalu bagaiman memasarkan buku pada tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten yang masih terisolir?

Jawaban Om jay boleh buat sendiri tapi perlu kerja keras, karena kita menyambungkan pikiran untuk para penulisnya. Disnilah pentingnya peran kurator untuk memasarkak buku  di daerah 3T, harus menggunakan jalan darat, itulah mengapa kita perlu bersilaturahmi.

Pertanyaan kedua Eka Wijayti dari Lampung, bagaima kiat menghadapi teman yang bermental gratis dari penjualan buku kita dan bagaiman mencari teman untuk berkolaborasi

Dijawab Om Jay untuk promosi tidak apa-apa sebagai bentuk investasi kita membangun personal branding, namun buku yang kita  berikan gratis jarang di baca . itulah maka Om Jay suka menjual buku dan tidak memberikan secara gratis, kecuali mendapat untung dari penjualan buku. Jawaban selanjutnya memulai denga menjadi teman yang baik dulu , lalu bangun super tim. Kita tak bisa menjadi orang hebat sendiri . itu makanya kita harus berkolaborasi. Mulai dari diri kita dulu untuk menjadi teman dan sahabat yang baik.

Selanjutnya pertanyaan Ibu Farida dari Lombok, apakah penentuan harga sebagai media untuk memasarkan buku, langsung dijawab Om Jay bahwa untuk memasarkan buku kalau kita yakin akan bagaimana buku kita kita bisa ambil keuntumhan 100%, misal harga cetak buku Rp 35.000 kita bisa jual Rp 70.000. itulah cara agar penulis sejahtera, dapat menikmati hasilnya sebagai penulis profesional.

Pertanyaan selanjutnya dari Ibu Maesaroh, bagaimana  memasarkan buku lewat media sosial bagi penulis pemula, yang belum memiliki keparcayaan diri dalam marketing buku pertanyaa selanjutnya, bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri itu.  

Untuk bisa mebengun pribadi yang memiliki kepercayaan diri,  membutuhkan waktu yang cukup lama, tetaplah bergabung dan berkolaborasi dalam group menulis ini, untuk belajar bekerjasama dengan yang lain,  indahnya pertemanan, akan memnghasilkan pertemanan yang mendatangkan faedah, jalinlah pertemana yang menyenagkan kuncinya di silaturahmi.

Berkat kolaborasi dan terus menjaga silaturahmi, suatu saat jangan kaget bila menerima royalti penjualan buku.  Seperti Om Jay yang sudah menerima royalti bahka sudah capai ratusan juta, baik dari penerbit mayor atau pun penerbit Indie akan terus berinovasi , inovasi yang tiada henti akan membuat buku-buku yang kita tulis akan sampai  ke tangan pembaca.

Dalam sesi tanya jawab Om Jay lebih menekankan perlu seorang editor, dengan pengalaman seorang Andrea Hirata, bukunyanya menjadi best seller berkat tangan dingin seorang editor, sebelumnya berasa garing itu buku di baca. Bagi Om jay biarlah kita mengeluarkan uang sebagai investasi untuk tujuan yang lebih baik, buku sampai di pembaca dan menjadi laku di pasaran.

Masih jawaban dari sebuah pertanyaan penulis juga harus turun tangan dalam mempromosikan buku yang ditulis sebagai contoh Ahmad Fuadi, dia sendiri yang memasarkan buku hasil tulisannya, menjadi best seller bahkan bisa menjadi sebuah Filem

Selesai sudah materi pelatiahan Belajar Menulis ini. Yang sangat bermanfaat setelah menjadi sebuah buku, pastinya akan berhadapan dengan penerbit. Bimbingan dari Om Jay sangat membantu kita, dalam mewujudkan hasil sebuah tulisan menjadi sebuah buku, editor yang piawai dan team marketing yang solid sangat dibutuhkan. Kolaborasi sangat di pentingkan dan tak kalah penting juga adalah silaturahmi. Silaturahmi memperpanjag umur dan menambah rezeki. Akhir kata terimakasih kepada narasumber Om Jay dan pemandu acara pelatihan Pak Sucipto, demikain saya haturkan banyak terimakasih .

 

Judul                : Teknik Memasarkan Buku

Resume           : 10

Gelombang     : 18

Tanggal           : 26 April 2021

Narasumber    : Wijaya Kusumah, M.Pd

Comments

Popular posts from this blog

Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan

Menulis Resume Untuk Jadi Buku

Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan