Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
"Mulailah menulis, jangan pedulikan apa pun.Air tidak akan mengalir hingga keran di hidupkan"-LouisL'Amour
Sampailah kita pada pertemuan ke -7
berlatih menulis asuhan Om Jay, moderator kali ini masih di pegang oleh ibu Aam
Nurhasanah, dengan narasumber, Raimundus
Brian Prasetyawan, S.Pd muda berbakat,
aktif, kreatif dan inovatif. Selanjutnya kelas kuliah online di lepas kepada mereka berdua. Kuliah belajar menulis segera tayang, peserta siap menikmati materi belajar
Malam ini adalah malam yang
membahagiakan bagi ku, karena masih di beri kesempatan mengikuti dan menyimak
materi. Tidak seperti gelombang yang lalu, sangat sedikit kesempatan yang ku
miliki. Kontrak hadir di pelatihan ini harus betul betul di jalani, kalau tidak
akan terus ketinggalan ilmunya.
Resume yang kita buat hari demi hari
pastinya akan bermuara pada keyakinan akan terbitnya buku Solo. Hal itulah yang
menjadi ketetapan kita lulus dalam
pelatihan, seperti kata bu Aam “jangan
ikuti saya ya, yang tidak lulus, dan mengulang”. Tapi menurut saya mengulang pun tidak masalah, karena ini kan
masalah waktu yang kurang bisa berbagi. Satu lagi tidak ada ilmu yang sia-sia
walaupun ada pengulangan, dengan pengulangan akan menambah yakin akan suatu
usaha, yang akan berbuah manis
Melihat profilnya dan sepak terjang
di dunia literasi membuat saya kagum, sungguh luar biasa. Mr Brain biasa di sapa
kelahiran Jakarta 30 Juni 1992 domisili Bekasi. Berprofesi sebagai seorang guru
SD di Jakarta. Memulai menulis di blog
pertama tahun 2009,
Kagum ku akan narasumber kali ini, sudah menghasilkan beberapa buku Solo antara lain “Blog Untuk Guru Era 4.0” terbit Januari 2020, “Aksi Literasi Guru Masa Kini” terbit Mei 2020, “Menerjang Tantangan Menulis Setiap Hari” terbit Juni 2020.
Bahkan buku Antologinya pun sangat banyak
kalau dilihat mulai narasumber berliterasi “Senandung Rasa” Antologi Puisi april 2020, “Rona Rasa”
Antologi True Story Juni 2020, “Jejak Keberhasilan” Antologi True Story
(Septembar2020).
Masih banyak buku Antopologinya
terlalu banyak untuk ditulis. Disamping itu juga sebagai Kurator atau
penanggung jawab untuk Pembuatan Buku Antologi “Ini Cerita Seru Hobiku” (April
2020), “Pena Digital Guru Milenia”(Juli 2020).
https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html
Dengan hadirnya narasumber memberi pelatihan bagaimana menerbitkan buku selanjutnya para peserta pelatihan sudah punya gambaran akan kelanjutan dari pelatihan ini. Narasumber mengatakan menerbitkan buku sekarang ini bisa dengan mudah, karena ada penerbit Indie yang melayani penerbit buku tanpa seleksi. Kabar yang mengembirakan bagi saya khususnya selaku peserta pelatihan ini, mengingat belum hadirnya modul pembelajaran sendiri,dengan metode sendiri.Inilah kesempatan yang baik yang
akan kita gunakan semaksimal mungkin, walau sungguh sangat telat mendapatkan
informasinya. Tapi tidak apalah yang
penting wadah itu sudah ada. Tinggal mengumpulkan semangat menulis.
Selanjutnya Mr Brain, mengatakan Penerbit Indie melayani penerbitan buku tanpa seleksi.
Biasanya yang semangat untuk menerbitkan buku adalah mereka yang selalu mau
maju, Penerbit Indie bisa mewujudkannya.
Selama ini Kita hanya tahu Penerit Mayor , yang sudah terbiasa kita berhubungan seperti Penerbit
Erlangga, Gramedia, Yudistra, Elex media dan lai-lain.
Penerbit Mayor untuk menjadi sebuah
buku sangatlah lama, banyak sekali tahapan seleksi naskah menjadi tantangan, penulis harus berjuang hingga bisa diterima.
Dengan adanya penerbit Indie bisa menjawab
tantangan itu, naskah pasti diterbitkan,
prosesnya pun tidak terlalu lama bahkan bisa cepat. Tiga buku solo narasumber terbit di penerbit Indie, jika
tidak ada penerbit Indie, entah kapan buku akan terbit dan bisa menyurutkan
semangat bagi penulis pemula.
Peserta Belajar menulis gelombang 19,
ya sangat beruntung telah bergabung di group ini. Terdapat 30 narasumber hebat yang siap
menularkan ilmunya pada kita semua. Terutama
adalah wawasan dunia menulis dan penerbitan buku. Kita diberi kebebasan menulis,
lalu menerbitkan pada penerbit mana saja.
Pada penerbit mana naskah buku
kita akan di terbitkan. Mr Brain termasuk salah satu yang bisa membantu
menerbitkan buku penerbit Indie yaitu
Penerbit Gemala
Saran narasumber adalah penulis harus
memahami betul ketentuan tiap tiap penerbit, karena setiap penerbit mempunyai
ketentuan yang berbeda-beda.
Ketentuan penerbitan buku pada
rekanan narasumber (Penerbit Gemala)
1.Maksimal 130 halaman A5 dengan
biaya Rp 300.000
2.Fasilitas : Desain cover, ISBN,
Layout, 2 buku bukti terbit, E- sertifikat
3.Format naskah : Ukuran kertas A5
(14x20cm). Huruf Time New Roman, Ukuran huruf 12 pt, Spasi 1,5, Margin 2 cm
semua, Paragraf rata kiri kanan (justify)
Bagi saya penulis pemula sangat
tertarik dengan penawaran ini, apalagi narasumber pun alumni Belajar Menulis
bersama Om Jay, dan sudah menjadi relawan Om Jay dalam hal memberi pelatihan .
Semoga kita bisa menerbitkan sebuah
buku. Saya yakin kalau sudah terbit satu buku, akan terus terbit buku-buku lain, karena virus
menerbitkan buku itu sangat baik.
Ada beberapa ketentuan khusus yang harus
diperhatikan penulis yaitu :
1. 1. . PDF master bisa di minta tapi akan
ada watermarknya, jika cetak ulang harus dipenebit Gemala.
2. 2. Cetak ulang minimal 10 buku
3. 3. Jangan memberi target kapan harus
selesai tunggu antrian, minimal 1 bulan sejak biaya penerbit di transfer
4. 4. Maksimal 130 hal A5. Lebih dari itu
ada baiaya tambahan
5. 5. Sertakan dalam naskah : Cover (judul
buku dan nama penulisnya saja), kata pengantar, daftar isi tanpa nomor halaman,
profil penulis, sinopsis
Pada Penerbit Indie, Untuk editing
penerbit tidak melakukan secara detil, kita jangan
terlalu mengandalkan penerbit. Sebelum naskah sampai kepada penerbit naskah wajib di koreksi berkali-kali biar
tidak ada kesalahan.
Beberapa tips dalam mengedit naskah :
1.Penulisan kata tidak boleh di
singkat
2.Jangan ada tulisan yang salah
ketik(Typo)
3.Paragraf jangan terlalu
panjang, dengan banyak kalimat
4.Biasakan membuat kalimat yang
pendek-pendek.
5.Memasuki bab baru harus dengan halaman baru
Demikian akhir dari belajar menulis
pertemuan ke 7 Gelombang 19, yang telah baik dibawakan oleh narasumber poinnya adalah
jangan kuatir akan buku yang tidak terbit, tetaplah terus menulis, masih ada
alternatif lain yang bisa menerbitkan
buku yaitu Penerbit Indie, dipenerbit Indie kita bisa bekonsultasi lebih jauh,
karena mereka ada diantara kita. Yang melatih kita juga dalam menulis, dan
pastinya mereka juga sudah paham akan karakter tulisan kita. semoga harapan kita bisa menyelesaikan 20 resume, menerbitkan buku dan kesempatan
ini adalah pembuka jalan bagi kita semua.
Judul : Menerbutkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Resume : 7
Gelombang : 19
Tanggal : 26 Julil 2021
Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd


Wah... lengkap sekali resumenya. Manatap.
ReplyDeleteTerima kasih mbak
Delete