Mengenal Penerbit Indie
“ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam bapak ibu guru hebat Indonesia. Senang rasanya bisa bertemu kembali dengan bapak ibu semuanya. Semoga selalu sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta”. This Om Jay membuka acara pelatihan menulis secara online. Suara menggelegar Om Jay membangkitkan rasa ingin tahu tentang narasumber dan moderator malam ini. Ini pertemuan yang ke 5, demikian Om Jay menjelaskan. Narasumber kali ini adalah Bapak Mukmin, S.Pd, M.Pd dan moderator pada malam ini adalah Bapak Bambang Purwanto, beliau biasa disapa Mr Bams yang setia membantu dan menemani Om Jay dalam setiap kegiatan. Selanjutnya panggung acara dipersembahkan pada narasumber dan moderator.
Setelah acara di serah kan kepada moderator, Mr Bam memperkenalkan narasumber bisa dibacakan pada Curiculum Vitae, lahir dengan nama Mukminin di Jombang 6 Juli 1965. Lulus D2 IKIP Negeri Surabaya tahun 1987. Lulus S1 tahun IKIP PGRI tahun 1998. Lulus S2 UNISDA Lamongan tahun 2012 Jurusan Bahasa dan Sastera Indonesia. Beliau guru SMP 1 Kedungpring Lamongan sejak 1989 sampai sekarang. Cak Inin begitu nama blognya pertama menulis buku pada usia 55 tahun. Banyak pengalaman dan Hobi beliau yang tidak bisa disebut satu pertemuan. Semua kegiatan cak Inin pasti hal yang membuat dia bahagia.
Cak Inin mulai menulis 29 maret sd Desember 2020, dan telah menerbitkan 2 buku solo, pertama buku 55 Pantun Nasihat diterbitkan KelompokMajas Bojonegoro, kedua buku Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar diterbitkan Kamila Press Lamongan , a da 8 buku A ntologi yang sudah terbitan . narasumber ini adalah peserta pelatihan menulis gelombang 8, dengan beberapa peserta bersama membuat buku Antologi yang diedit oleh Ibu Noralia yang buku tersebut diterbitkan pada penerbit Kamila press Lamonagan. Selain itu ada buku duet Cak Inin dengan Ibu nora yang masih menunggu ISBN turun kita doakan semoga lancar.
Mari kita saling berbagi mengenal tentang Penerbit Indie, Cak Inin akan menyampaikan Penerbit Independen. Siapa saja pada zaman milenial ini bisa menulis dan menerbitkan buku. Apakah dia seorang pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen maupun wiraswasta. Menulis dan menerbitkan buku pada era ini adalah hal yang mudah. Tidak serumit yang dibayangkan. Terutama seorang guru sudah pasti bisa menulis baik menulis cerita fiksi maupun non fiksi atau karya Ilmiah. Guru memiliki banyak kisah tentang dan pengalaman dalam memotivasi dan menginspirasi, sehingga dengan mudah dapat menulis dan menerbitkan buku. Menjadi Sebuah kebanggaan Dan Ke bahagia Sebuah bukunya apabila,Namanya terpajang heart penutup sebuah buku, Yang mana buku-buku itu bisa dinikmati oleh banyak orang.
Menurut Cak Inin, untuk berlatih menulis memangbutuh ketekunan dan perjuangan, dan tekad untuk memotivasi diri , agar tidak mudah goyah saat proses penulisan. Ada beberapa kata Mutiara yang bisa memotivasi diri antara lain:
1. “Semua orang akan mati kecuali alam, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak”, Ali bin Abi Thalib
2. “Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”, Imam Al-AlGhazali
Seseorang yang ingin menulis dan menerbitkan sebuah buku a da 5 tahap yang perlu dilakukan
Tahap 1 : PraMenulis
Yang bisa dilakukan adalah tahap pra menulis yaitu penulis akan mulai mencoba mencari ide yang sesuai dengan tema yang di tulis. Tema sesuai passion yang dimiliki. Boleh Fiksi dan Non Fiksi. Ide bisa dari pengalaman dari hasil membaca buku majalah, koran ada kejadian yang sedang berlangsung.
Tahap 2 : Drafting /Outline
Tahap ini seorang penulis mulai membuat outline atau daftar isi buku yang akan dituliskan atau dikembangkan menjadi naskah buku.
Tahap 3 : Menulis
Tahap ini penulis mulai menulis dan mengembangkan kerangka atau daftar isi untuk dijadikan naskah yang lengkap dengan kreativitas penulis dalam bentuk karya-karyanya. Kreatifitas itu merupakan kemampuan merangkai kata, kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi, agar terciptaa yang menarik dibaca.
Tahap 4 : Revisi dan Editing
Revisi : setelah menulis banyak yang ditulis pada naskah, pada tahap aalah mengoreksi atau merevisi tulisan mana yang baik dicantum mana yang tidak. Pada tahap ini kita akan mencari tahu dimana letak kekurangantulisan. Apakah sesuai dengan alur atau masih melebar keman-mana. Dan tahap dilanjutkan revisi. Seorang penulis dapat mengubah beberapa tulisannya, dan bisa juga menambah beberapa tulisannya. Tahap ini penulis lagi memoles tulisannya
Pengeditan : tahap ini penulis menjalankanproses untuk mencari buku. Beda dengan tahap revisi yang masih bisa menambah atau mengurangi tulisan. Tahap ini lebih untuk memperbaiki tanda baca , kesalahan pola kalimat, dan bagai kesalahan tata bahasa lainnya. Meskipun nanti tulisan kita juga akan diedit oleh editordi penerbit . seorang penulis tetap harus menyunting tulisannya sendiri istilahnya Swasunting
5 Tahap Publikasi
Jika sudah yakin dengan tulisan naskah, maka saatnya memasuki tahap akhir publikasi. Kita bisa melanjutkan naskah ke penerbit, pertanyaan yang akan diterbitkan akan meerima naskah kita, banyak juga naskah yang ditolak penebit. Sekarang s
Kita bisa menerbitkan buku secara inden penden,(Penerbit Indie) yang siap membantu untuk menerbitkan naskah.
Selanjutnya Cak Inin mengajak peserta Belajar Menulis, melek penerbit. Penerbit itu ada 2 yaitu Penerbit Mayor dan Penerbit Indie.
Apakah perbedaannya kedua penerbit ini?
1. Jumlah beton di Penerbit Mayor, beton pertama 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar, untuk jual ditoko buku
Penerbit Indie hanya mencetak apabila ada pesanan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print On Demand) yang akan disalurkan melalui media online facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA group dll
2. Pemilihan Naskah yang diterbitkan
Penerbit mayor : Naskah harus melewati tahap sebelum menerbitkan sebuah naskah dengan minimal pasar 1000-3000 mereka akan berhati-hati untuk memilih naskah yang akan diterbitkan, tidak mau mengambil resiko dan juga mengikuti selera. Jelas Penerbit Mayor lebih tinggi
Penerbit Indie: tidak menolak naskah selama naskah itu sebuah karya yang layak diterbitkan, tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak menjiplak, serta tidak ragu-ragu SARAdan naskah pornografi tersebut pasti akan diterbitkan
3. Profesionalitas
Penerbit Mayor tentu saja profesional dengan banyak dukungan SDM di perusahan mereka
Penerbit Indie : Juga profesional, tapi sering disalah artikan, banyak yang menghargai Penerbit Indie asal-asalan, asal cetak, lalu di jual. Penulis harus jeli memilih, penerbit mana yang akan digunakan untuk mencetak naskah, catatan kertas dan sampul yang akan digunakan agar naskah kita setelah jadi buku penampilan bagus
4. Waktu Penerbitan :
Penerbit Mayor : sebuah naskah diterima atau tidaknya menunggu waktu konfirmasi lebih kurang 1 sampai 3 bulan. Jika naskah diterima bergiliran bisa cepat lama bahkan sampai bertahun –tahun. Karena Penerbit Mayor perusahan besar, banyak alur yang harus di lalui . Bersyukur kalau bisa cepat didistribusikan disemua toko buku. Namun jika penjualan buku tidak sesuai target maka buku akan di lepas oleh distributor dan ditarik oleh penerbit
Penerbit Indie : Penerbit Indie segera memproses naskah dengan cepat. Dalam hitungan minggu buku akan segera terbit. Penerbit Indie tidak fokus pada selera pasar, jika naskah itu baik dan layak oleh penulis dan itu adalah karya terbaik daari pasti segera diterbitkan, dan tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.
5. Royalti
Penerbit Mayor : Mematok untuk penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah penjualan 3-6 bulan penjualan buku.
Penerbit Indie : Umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis leat fb, Instagram, Wa group, status dll
6. Biaya Penerbitan
Penerbit Mayor : biaya penerbitn gratis, itulah sebabnya mereka tidak langsung menerbitkan buku, karena penerbit walikota memiliki pertimbangan dan pertimbangan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku. Jika tidak laku maka kerugian ada di pihak penerbit
Penerbit Indie : Berbayar sesuai aturan masing-masing penerbit, antara penerbit yang satu dengan yang lain berbeda.
Contoh penerbit walikota adalah Gramedia, pustaka Utama, Mizan, Republika, Grasindo, Loka Media, Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga, Yudhistira, dan
lai n-lain.
Contoh penerbit indie adalah dalam group belajar menulis bersama PGRI : YPYD, Gemala. Kamila Press Lamongan

Selanjutnya Cak Inin melanjutkan menshare yang terkait dengan penerbit Indie . B agaimana harga cetak buku, ukuran bukunya, berapa ukuran kertas dan lain-lain. Dengan Informasi yang rinci Dari Cak Inin kita menerima bagi penulis pemula ada p enerbit ya ng mau sebuah naskah mau di terbitkan Jadi. Inti dari resume ini adalah, jangan ragu untuk menulis karena untuk menerbitkan sebuah buku tidak serumit yang di bayangkan. Ada beberapa penerbit yang bisa melakukan penerbitan tentunya dengan biaya yang sangat bersahabat. Terutama kita para guru muda yang masih berkeinginan berkarier dan berkarya. Pintu sangat terbuka lebar. Karena disamping menjadi guru yang membanggakan, menjadi penulis pun tidak hebat. Berbahagialah kita bisa melakoni dua profesi yang sangat bergengsi ini, menjadi guru sekaligus, juga menjadi seorang penulis.
Judul : Penerbit Indie
Lanjutkan : 5
Gelombang : 19
Tanggal : 21 Juli l 2021
Nara Sumber : Bapak Mukminin S.Pd., M.Pd. (Cak Inin)


Salut dengan semangat menaklukan tantangan membuat resume. Semoga bisa fokus hingga bisa lulus. Aminn
ReplyDelete