Kiat Menulis Cerita Fiksi



"Kita tidak harus menunggu datang inspirasi itu, kita sendirilah menciptakannya" 

Stephen King


Salam literasi untuk guru-guru hebat, gemanya sudah terdengar bertanda  Belajar Menulis sudah  dimulai.  Senin 9 agustus 2021 ini adalah pertemuan yang ke 13 untuk Gelombang 19 . Dengan moderator Ibu Aam Nurhasanah  dan narasumber Bapak Sudomo S. Pt. Dari  profilnya yang penulis temukan, nama penanya adalah  Momo Dm. Lahir di Sukoharjo, 27 maret 1975, seorang laki-laki yang berkerja sebagai Guru IPA di SMPN 3 Lingsar Lombok Barat. Lulusan Universitas Diponegoro  bisa kita jumpai pada alamat blog pribadinya http://www.eigendomo.com .

 Dalam profil pribadinya banyak sudah yang telah beliau buat  dalam melukis prestasinya dan mengukir keberhasilannya. Pribai yang sangat tekun dan concers dalam bidangnya. Hobi menulisnya tersebar dari berbagai tempat menulis. Banyak hal yang bisa kita contoh dari beliau.  Penyelenggara pelatihan Belajar Menulis menjadikan beliau sebagai narasumbersejak gelombang 18.  Prestasinya telalu banyak untuk disebutkan.  Muda energik dengan dengan prestasi gemilang



Masih banyak deretan prestasi beliau yang kalau ditulis semuanya menghabiskan halaman resume dari penulus. Kita bisa belajar dari hasil prestasi yang dicapai pak Momo, kegigihan, dan semangat menulis jadi pemicu bagi penulis untuk berkarya lebih sukses. Tak ada kata menyerah untu sebuah usaha. Pada pelatihan malam  ini dalam tahun baru Islam ini. Beberapa hal yang akan pak Momo begikan kepada pesrta pelatihan Belajar Menulis ini. Mari Kita simak  uraian dari beliau tentang Kiat Menulis Cerita Fiksi.

Karya yang pernah dipublikasikan berupa  Fiksi dan Non fiksi

Untuk Fiksi antara lain :

1. Kumpulan flash fiction 123 kata tentang ibu  dan perempuan berjudul CERMIN melalui jalur self-publishing di  Nululisbuku.com tahun 2011

2. Menerbitkan sekitar 30 judul antologi flash fiction/ cerpen bersama penulis lainnya lewat jalur self-publishing di Nulisbuku.com tahun 2011-2014

3. Menerbitkan antologi flash fiction bersama penulis lainnya berjudul The Coffee Shop Chronicles  lewat penerbit PT By Pass tahun 2012

4. Dan banyak cerita fiksi lainnya

Non Fiksi antara lain :

1. Menerbitkan buku suka wisata Lombok seri pantai berjudul Dong Ayo Ke Lombok ! bersama penulis Lombok lainnya lewat penerbit Dimensi Publishing tahun 2013

2. Menerbitkan buku antologi bersama penulis lainnya berjudul My Life As Blogger lewat jalur self-publishingdi nulisbuku.comtahun 2015

Prestasi dibidang kepenulisan antara lain:

1. Menjadi juara III Lomba Menulis Puisi Kategori Umum Tingkat Provinsi NTB yang diselenggarakan oleh Lombok Post dan FIF UMC tahun2007

2. Menjadi juara II Lomba Menulis Cerita Rakyat Sasak Kategori Umum yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lombok Barat tahun 2020

3. Menjadi 20 Terbaik Kategori Blog PTK dalam acara Proyek Akhir Aksi Nyata Kita Melawan Kekerasan Berbasis Gender yang diselenggarakan oleh Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2020.


Bagaimana kiat menulis cerita fiksi, menurut Pak Domo panggilannya , banyak kiat yang ada pada bapak dan ibu yang sudah menulis cerita fiksi dengan berbagai cara yang berbeda, namun dengan tujuan terbentuk dan terbitnya sebuah naskah cerita fiksi, bisa dinikmati pembaca. Mengapa kita harus belajar menulis cerita fiksi ada beberapa alasan yang sangat terkait dengan kita sebagai guru yaitu :

1. Salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmaen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Literasi Teks Fiksi

2. Sebagai cara menemukan passion dalam bidang kepenulisan

3. Sebagai upaya menyembunyikan dan menyembuhkan diri

4. Sebagai jalan mengeksplorasi kemampuan menulis

Lalu dalam menulis cerita fiksi, apa saja syarat yang dibutuhkan untuk untuk sebuah cerita fiksi. Ada beberapa syarat antara lain yaitu :

1. Komitmen dan niat yang kuat

2. Kemauan dan kemampuan melakukan riset

3. Banyak membaca cerita fiksi

4. Mempelajari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)

5. Memahami dasar-dasar cerita fiksi

6. Menjaga konsistensi menulis

Selanjutnya apa saja bentuk cerita fiksi itu, cerita fiksi berbagai macam bentuk seperti :

1. Fiksi Mini  ( bebrapa kata)

2. Flash Action  (Jumlah kata khusus)

3. Pentigraf   (Cerita Tiga Paragraf)

4. Cerpen   (< dari 7.500 kata)

5. Novelet   (7.500 – 17.500 kata)

6. Novela    (17.500 – 40.000 kata)

7. Novel      (> 40.000 kata)

Dalam paparan selanjut apa saja unsur-unsur pembangunan cerita fiksi, unsur pembangunan cerita fiksi mencakup antara lain yaitu :

1. Tema

2. Premis

3. Alur/Plot

4. Penokohan

5. Latar/Setting

6. Sudut Pandang

Kesemuanya itu tergabung saling berhubungan membentuk satu kesatuan utuh untuk terciptanya dan terbentuknya cerita fiksi

Untuk lebuh jelas mari kita bahas satu persatu dari cakupan unsur unsur pembangunan cerita fiksi

1. Tema yaitu :   

a. Ide Pokok cerita.

b. Tip menentukan tema : dekat dengan penulis, menarik perhatian penulis, bahan mudah diperoleh dan ruang lingkup terbatas.

c. Cara mementukan tema : menyesuaikan denga minat, mengangkat kehidupan nyata, berimajinasi, membaca dan mendengarkan curahan hati.

d. Contoh Tema : Berkah Kejujuran; Pendidikan dan Kemiskinam; persahabatan tiga anak SD; Pengalaman siswa selama Belajar di Rumah; Pejuang Guru Selama Pembelajaran Jarak Jauh.

2. Premis yaitu : 

a. Ringkasan cerita dalam satu kalimat.

b. Unsur-unsur premis: karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dam resolusi

c. Cara membuat premis : tulis masing-masing unsur pembentukannya kemudian    rangkai menjadi satu kalimat utuh

d. Contoh Premis; Seorang  anak SD mengajak dua orang temannya melakukan perjalanan kerumah kakeknya dan berusaha memperoleh pemahaman tentang materi IPA

3. Penokohan yaitu :

a. Penjelasan selangkah demi selangkah penjelasan detail karakter dalam cerita

b. Macam-macam tokoh : protagonis, antagonis, dan tritagonis

c. Teknik penggambaran tokoh : analitik, fiksi, dan perilaku tokoh, lingkungan tokoh, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain

4. Alur/ Plot yaitu :

a. Struktur rangkaian kejadian dalam cerita

b. Macam-macam alur : Alur maju, alur mundur, alur campur, alur Flashback, dan alur kronologis

c. Unsur-unsur alur/plot : pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik memuncak, /klimaks, penyelesaian/ending

d. Unsur- unsur alot/Plot tersebut urutannya bisa diubah tergantung pada jenis alur yang dipilih.

5. Latar/setting  yaitu :

a. Pengambaran waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam       cerita 

b. Jenis-jenis latar : latar waktu, latar tempat, latar suasana, latar sosial, latar material, dan latar integral

6. Sudut pandang yaitu :

a. Cara menulis menempatkan dirinya terhadap cerita yang diwujudkan dalam pandangan tokoh cerita

b. Macam-macam sudut pandangan : orang pertama tunggal, orang pertama jamak, orang kedua, orang ketiga Tunggal, orang ketiga jamak, dan campuran.

 

 

Selanjutnya bagaimana kiat menulis cerita fiksi, kiat menulisnya memerlukan proses kreatif  berupa :

1. Niat : niatkan untuk memulai menulis dan menyelesaikan tulisan dengan cara memotivasi diri, dengan motivasi yang kuat tulisan bisa tuntas diselesaikan.

2. Membaca : banyaklah membaca tulisan orang lain sehingga perbendaharaan kata-kata bisa makin banyak, mempelajari pola pikir penulis lain, ide-ide jadi bahan belajar atau referensi untuk pemilihan kata, serta gaya bahasa dan teknik penulisan.

 3. Ide dan Genre : segera catat ide yang muncul, kembangkan imajinasi ketika ide ide itu muncul, pilihlah genre sesuai dengan yang disukai, diminati  dan dikuasai

 4. Outline : kerangka disusun  berdasarkan unsur-unsur pembangunan cerita fiksi. Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi. Membuat premis sesuai tema.  Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya. Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik pengambaran watak tokoh dengan baik. Menentukan latar seting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail. Memilih sudut pandang penceritaan yang unik dan imajinasi. Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas. Membuat ending yang baik.

 5. Swasunting : dilakukan setelah selesai menulis. Jangan menulis sambil mengedit. Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita. Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri. Jangan lupa menyiapkn Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.(PUBEI)

 6. Menulis : membuka cerita dengan baik (dialog kutipan kata unik, konflik). melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik denga cara memaparkan secara  jelas kepada pembaca menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh. Menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi

 

Jadi apakah masih berpikir dua kali untuk memulai menulis cerita fiksi, dengan paparan diatas rasanya sangat mudah untuk memulai menulis cerita fiksi. Perlu niat dan semangat untuk menyelesaikannya. Insyaalah akan saya coba apapun tantangan dan rintangannya.

Ada beberapa buah pikir yang bisa kita nikmati berupa imajinasi yang diwujudkan dalam berbagai karya The Coffe Shop Chronicles, AyokDong  ke Lombok, Pahlawan Literasi, Pahlawan anti Korupsi sudah adil Kok  dan lain-lain

 Demikian akhir dari berlajar menulis,  terimakasih kepada bapak Sudomo yang telah berbagi ilmu kepada peserta pelatihan Belajar menulis Gelombang 19.  Bagaimana hasil kedepannya kita lihat dalam proses menulis yang selalu akan di terima sebagai resume. Sempatkanlah menulis, kalau tidak sempat ya di sempatkan, begitu pesan dari pelatihan menulis malam ini.

 

Judul : Kiat Menulis Cerita Fiksi

Resume : 13

Gelombang : 19

Tanggal : 9 Agustus   2021

Narasumber : Bapak Sudomo S. Pt

 

 

Comments

  1. Semoga sempat terus untuk menulis ya, Bu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bu Ros doain... Di sela waktu belajar dari rumah tiap hari terkonektif dg siswa.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan

Menulis Resume Untuk Jadi Buku

Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan