Komitmen Menulis di Blog

 


Sebenarnya untuk merujuk penulisan buku, cukup sampai pada pertemuan ke 20. Pada kenyataannya, berlanjut sampai pertemuan ke 30. Bagi saya tidak masalah  dengan tantangan 30 resume, berlaku untuk setiap pertemuan. Belajar sabar dan ikhlas, hanya 30 resume, belum tantangan menulis satu tahun.  Apalagi materi ini adalah materi  motivasi, motivasi bagi  guru penulis,penulis pemula agar konsisten dan komitmen dalam menulis di Blog.

Bersama moderator Ibu Aam Nurhasanah yang terkenal dengan suara lantangnya. Narasumber sang Maha Guru Om Jay, Bapak  Dedi Dwitagama, yang namanya sudah akrab  ditelinga saya.  Beliaulah yang mengajak Om Jay untuk menulis di Blog. Sekaligus  membawa muridnya menyandang gelar  “Guru  Blogger Indonesia”. Banyak prestasi dan kisah sukses beliau jika kita bertandang pada Blognya.

Pada sesi malam ini, ada kejutan buat peserta. Peserta yang mengajukan pertanyaan yang menarik menurut narasumber akan mendapat hadiah. Hadiahnya berupa uang Rp 200.000 . Biasanya iming-iming dengan imbalan hadiah membuat suasana belajar lebih seru. Ayuk kita bertandang pada Blog pak Dedi https://dedidwitagama.wordpress.com/

“Mari kita mengompori guru hebat Indonesia”, ajakan Bung Dedi mungkin tepatnya saya panggil beliau dengan sebutan  “Bung” . Guru hebat indonesia, yang mengampu mata pelajaran matematika di SMKN 50 Jakarta. Satu guru satu ilmu, saya dengan Bung Dedi, sesama Matematika. Hanya  beda klasifikasi saja,  beliau telah mengenal dunia Blog sejak 2005.  Sementara saya baru memulai, seperti kata Bu Kanjenga “ lebih baik telat dari pada tidak berbuat sama sekali” kata-kata itulah yang menyelamatkan saya.

Mengenal lebih jauh dengan Bung Dedi , ayo mampir pada link yang super  panjang ini  https://www.google.com/search?q=DEDI+DWITAGAMA&sxsrf=AOaemvI3WiBpNIhNPatpoVnoVORD015mUw%3A1630065823768&source=hp&ei=n9QoYbePLJTHrQGWkpnQCA&iflsig=ALs-wAMAAAAAYSjir5tYFTYd221ATf91gFfEt2X7r1pR&oq=DEDI+DWITAGAMA&gs_lcp=Cgdnd3Mtd2l6EAMyBAgjECcyBQgAEMsBOgsIABCABBCxAxCDAToICC4QsQMQgwE6CAgAELEDEIMBOggIABCABBCxAzoFCAAQgAQ6CwguEIAEELEDEIMBOggILhCABBCxAzoFCC4QgAQ6BwgAEIAEEAo6BQguEMsBOgcILhAKEMsBOgcIABAKEMsBOgQIABAKOgYIABAWEB46CAgAEBYQChAeUPsZWM0yYM4zaABwAHgAgAH0AYgBkg2SAQYxLjEyLjGYAQCgAQE&sclient=gws-wiz&ved=0ahUKEwj32oizlNHyAhWUYysKHRZJBooQ4dUDCAg&uact=5



Bung Dedi komitmen menulis di Blog dengan alasan, agar tulisannya  dapat dinikmati  oleh banyak orang. Meninggalkan rekam jejak,  menulis di Blog kelak akan dibaca oleh anak cucu. Memberi kebanggaan bagi anak keturunan bahwa mereka punya kakek yang berprestasi pada zamannya. Berkat keseriusan dan ketekunan menulis di blog, efeknya adalah undangan keliling Indonesia dan belahan dunia. Undanga seminar pendidikan ke berbagai negara Malaysia, Singapore, Thailand, Jepang, Korea.

Tip yang mudah tapi sulit dilakukan, karena mental blok dalam menulis. Jika saja ide-ide menulis bisa disimpan dengan rapi akan memudahkan penulis memulai kembali. Postingan foto dengan menulis tiga baris, mendapat sambutan luar biasa bagi pembaca. Komentar yang membangun dari pembaca bagai bahan bakar bagi penulis untuk terus berkarya. Pedulilah pada orang yang setia menunggu karya tulisan. 


Trik nya jangan peduli apa kata orang.   Setiap perkataan orang kita tidak kuasa  untuk menutupnya. Yang dapat kita lakukan adalah  menutup telinga kita.  Agar tidak terdengar ocehan orang yang melemahkan kita. Pandailah  mengelola waktu, sibukkan  diri dalam menulis,  lihat  hasil dari goresan pena kita.

 Tulislah segala sesuatunya di Blog, baik artikel , Jurnal, maupun materi pembelajaran. Bagikan ke Media Sosial, lalu lihat apa yang terjadi. Blog akan dikunjungi dan pengunjung akan memberi komentar. Karena Blog itu adalah  rumah kita, milik kita, komentar miring dari pembaca  bisa kita revisi. Bisa kita hapus  menjadi komentar yang  baik, dengan tidak terlalu mengurangi maksudnya.

Dengan terus menulis, satu persatu tulisan di kumpulkan, lalu urutkan. Selesai sebuah tulisan atau calon buku, temui penerbit, bicarakan. Seperti yang akan penulis pemula lakukan, sudah memiliki 20 resume. Komitmenlah dalam menulis, berkala satu tulisan satu hari, atau satu tulisan untuk satu  minggu, atau bahkan satu tulisan untuk  satu bulan.  Hanya dengan  terus  menerus menulis di Blog akan membawa pada hasil menjadi penulis.

 Belajar dengan pengalaman narasumber Bung Dedi. Sesibuk apa pun   sebagai guru, namun untuk undangan Keluar Negeri bisa di hadirinya. Berpedoman pada niat baik, Tuhan juga akan memelihara niat baik yang kita jalankan. Semua yang dijalankan Bung Dedi pasti sudah izin dari Nya. Karena selembar daun kering jatuh pun atas izin Nya.

Pepatah lama yang masih berlaku sampai sekarang. Harimau mati meninggalkan belang, Gajah mati meninggalkan gading, Manusia mati meninggalkan nama. Nama yang seperti apa yang akan ditinggalkan untuk anak cucu kita.   Cukupkah hanya  dengan nama baik, tentunya tidak untuk saat ini. Perlu adanya bukti, fakta outentik,  fakta integritas  atas keberadaan kita pada zaman ini. 

Sebuah buku atau tulisanlah yang mewakili keberadaan kita pada saat ini. Ya, hanya buku, karya tulis, yang bisa membuat nama kita abadi. Entahlah  kalau kita ikhlas, nama kita hilang,  tergerus oleh pergantian era yang sungguh sangat cepat ini. Terimakasih narasumber yang luar biasa, Dedi Dwitagama  yang telah membuka cakrawala kita untuk  komitmen dalam menulis buku. Moderator Ibu Aam Nurhasanah yang telah memandu acara kuliah malam ini dengan baik. Om Jay sebagai  murid  Bung Dedi, adalah bukti hebatnya narasumber. Untuk   semua itu  saya ucapkan terimakasih, Wassalam. 


 Judul : Komitmen Menulis di Blog

Resume : 21

Gelombang :19

Narasumber : Dedi Dwitagama









































































































Comments

Popular posts from this blog

Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan

Menulis Resume Untuk Jadi Buku

Buku Mahkotah Penulis, Buku Muara Tulisan