Mengatasi Writer's Block
"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah"
Pramoedya Ananta Toer
Dengan mengucapkan salam dari moderator sang Bloger Milenia Mbak Maesaroh. Tanda pelatihan belajar menulis sudah di mulai. Malam ini kembali ke pada rutinitas, belajar menulis online pimpinan Om Jay. Setia pada resume adalah titik awal untuk mencapai lulus. Sekaligus terbitnya Buku solo adalah jawaban dari tuntasnya pelatihan ini. Pelatihan Belajar Menulis gelombang 19 sudah memasuki pertemuam ke-9.
Narasumber yang sudah kita kenal dengan karya literasi membuat kita terpana. Masih muda, prestasi gemilang, melebihi dari usianya. Menapak karier awalnya pada pelatihan belajar menulis PGRI pada gelombang -7. Berkat ketekunannya dia bisa naik kelas, menjadi modeartor, hingga menjadi narasumber. Pribadi ceria melekat pada raut wajahnya.
Writer’s Block materi yang di sajikan ole Ditta Widya Utami, S.Pd, malam ini. Akan di kupas tuntas dalam kuliah kali ini. Narasumber dengan segudang prestasi dapat di intip pada Blog Jendela IPA. Penghargaan dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan, dan beberapa kali meraih Penghargaan dari Bupati Subang dalam 2 tahun berturut-turut. Penghargaan dari dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai Guru Berprestasi. Bisa berselancar lebih jauh mengenalnya dengan https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html. Pada kanal Youtube, Instagram atau FaceBook.
Apa itu Writer’s Block, apa penyebabnya dan bagaimana solusinya. Kali ini mbak Ditta panggilan akrabnya akan memberikan materi , dalam bentuk permainan. Mbak Ditta memberi tantangan waktu 15 menit menulis. Beliau akan membagikan sebuah Foto Wayang Gatot Kaca. Silahkan para peserta menuliskan apa yang bisa di paparkan. Dalam bentuk tiga pragraf tulisan. Bentuknya boleh berupa Puisi, Esaei atau Cerpen. Walau saya tidak mengikuti permainan ini, tapi saya merasa senang dan dapat membaca hasil olah tulis tangan mereka dalam sekajab menjadi tulisan.
Lalu apakah peserta lain tidak mengikuti tantangan ini bisa dikatakan terserang virus Writer's Block? Bisa dikatakan penulis saat ini teserang Writer’s Bock . Writer’s Block pada wikipedia kebuntuan , dimana penulis merasa kehilangan kemampuan menulis. Tidak menemukan gagasan baru untuk melanjutkan tulisan. Menurut sumber ini bukan masalah komitmen atau kecakapan menulis. Tapi Lebih munculnya rasa bosan dan lelah dalam menulis.
Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja baik penulis pemula atau penulis kawakan. Writer’s Block akan muncul jika sesuatu yang akan ditulis itu, tidak diminati. Kalau saya dikasih materi Gatot Kaca akan bingung, apa yang mau di tulis. Saat itu bisa dikatakan terserang Writer's Block. Akan berbeda hal jika tokoh itu disenangi dan di idolakan oleh penulis. Isi tulisan pun beragam dan menarik. Akan tetapi jika seorang penulis merasa tertantang dengan permainan ini. Penulis akan mencoba mencari referensi dan informasi. Sehingga penulis bisa berkelana menulis dengan indah dan menarik. Artinya penulis sudah mampu menerjang virus Writer’s Block itu.
Writer’s Block bisa terjadi juga saat penulis sudah nyaman dengan satu jenis tulisan. Lalu beralih ke jenis tulisan lain, untuk memulai jenis tulisan baru inilah mulai timbul Writer’s Block. Rasa jenuh, sulit untuk memulai, rasa malas untuk melanjutkan tulisan sudah mendera. Dengan mengikuti berbagai macam jenis pelatihan menulis, virus writer’s Block minimal bisa dikurangi.
Mulailah kita menjauh dari tulisan jika Writer’s Block sudah masuk area. Pergilah untuk refresing sejenak, santai rilek. Otak dan fisik juga perlu istirahat, jangan terlalu memaksakan diri.
Sesuatu yang di paksakan akan menjadi tidak baik. Setelah segala tuntutan kebutuhan itu terpenuhi. , tubuh akan rileks kembali segar dan berenergi. Sudah bisa memulai lagi aktifitas menulis. Hasilnya dari sebuah tulisan akan jauh lebih baik.
Cari tahu penyebab Writer’s Block akan mudah mencari solusi dari Writer’s Block itu sendiri. Komitmen awal harus di refres terus. Ingatkan diri bahwa perjalanan masih panjang belum apa –apa resume baru beberapa kali pertemuan. Kalau dalam pelatihan ini sudah Writer’s Block apa kata calon pelatihan lain. Bukankah kita sebagai guru garda terdepan selalu mengajak cerdas berliterasi. Banyak cara untuk menjaga mood agar tidak kendor, buat outline menulis catatan penting, ketika muncul ide dan gagasn tuangkan dalam gawai. Suatu saat akan kita kembali dengan rasa yang sudah tenang.
Demikian materi belajar menulis, ringkasnya, jika kita tahu akar permasalahannya lebih mudah mendeteksi penyelesaiannya, waktu yang akan membuktikan. Carilah kesempatan emas itu dimana saat kita bergerak saat kita pelan dan saat kecepatan di tingkatkan kita. Bergeraklah terus untuk keseimbangan ibarat seorang yang mengendari sepeda ia akan jatuh jika tidak di kayuh. Tetaplah terus menulis jangan berhenti . Writer’s Block selalu mengintai. Keseimbangan perlu di nomor satukan. Terimakasih kepada narasumber Mbak Ditta dan moderator Bu Maesaroh, semoga ilmu yang di bagi bermanfaat.
Judul : Mengatasi Writer’s Block
Resume : 9
Gelombang : 19
Tanggal : 30 Julil 2021
Nara Sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd,




Mantap resumenya.
ReplyDeleteTerima kasih pa D Susanto
DeleteMantap
ReplyDeleteTerima kasih.. 😍😍
ReplyDelete