PEMASARAN BUKU
Malam yang dinantikan pun tiba. Saatnya belajar menulis online. Ini adalah pertemuan yang ke 10 gelombang 19. Senang bisa berada pada pertemuan ini, walau ditengah sibuknya pembelajaran Daring. Alahamdulillah meskipun tidak tepat waktu, masih diberi kesempatan hadir.
Tibalah saatnya membahas tentang Pemasaran Buku. Pada pertemuan ini masih di gawangi oleh Bu Aam Nurhasanah sang Blogger Inspiratif. Diawali dengan penyemanagat Ulung Om Jay, memberi ulasan tentang materi ini. Bahwa materi ini tak kalah penting dari materi sebelumnya. Sebagaimana materi ini adalah ujung tombak suksesnya kita sebagai penulis. Bersama Bapak Agus Subardana, S.E, M.M dari penerbit Andi Jogja. Bersama nya kita diajak berkelana dengan pemasaran buku ditengah badai covid -19.
Berkat buku kita tersambung dengan pelatihan ini. Berkat buku pula kita terhubug satu sama lain dengan peserta pelatihan. Di selipi tembang kenangan indah lagu kumpulan santai terdengar indah yang di share oleh peserta pelatihan.“Kau teridah dan selalu terindah, aku bisa apa untuk memilikimu” kau terindah dan selalu terindah, harus bagaimana ku mengungkapkannya kau pemilik hatiku” Menambah semangat dan syahdu malam ini, dengan paparan dari narasumber Pak agus.
Apakah kita bertahan, dan menunggu berlalunya Pandemi ini. Pastinya tidak, kehidupan terus berjalan. Warna-warni kehidupan akan silih berganti. Mari bersinergi mencari solusi ditengah wabah ini. Kita sudah bergabung dalam program belajar menulis.
Muaranya akan menerbitkan buku. Pelan tapi pasti kita akan memasuki Industi ini. Hampir dua tahun wabah ini menyerang dunia. Berimbas ke pada pemasaran buku yang semakin sepi, toko buku banyak yang tutup. Aktifitas di sentra buku jauh berkurang.
Beberapa penerbit bahkan sudah ada yang tutup, bahkan sudah merumahkan karyawannya. Penerbit Andi atau biasa di sebut penerbit Mayor akan mengajak kita bersamanya, dalam strategi pemasaran buku. Lebih lanjut narasumber mengatakan bahwa, pemilihan strategi pemasaran buku bagi Penerbi Andi dipengaruhi oleh beberapa aspek . Pemilihan strategi ini juga memiliki keunikan tersendiri. Penerbit Andi memiliki beberapa jenis buku.
Buku-buku tersebut di kelompokkan dalam 32 kategori. Misalnya kategori Buku Anak, Buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks dan lain-lain.
Dari keterarangan ini maka penerbit Andi memiliki strategi pemasaran dan dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu :
1. Faktor Mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.
Penerbit Andi sudah berdiri sejak 40 tahun yang lalu. Sudah menerbitkan 10.000 judul buku, yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori. Untuk itu penerbit Mayor ini sudah memilki strategi yang jitu. Memasarkan lewat udara dan lewat darat. Ibarat perang sang nahkoda Penerbit Andi sudah punya amonisi berupa serangan udara dan serangan darat. Sudah bisa di pastikan bahwa kedua faktor mikro dan makro itulah yang membuat penerbit ini tetap bertahan sampai sekarang
Penjualan online dan ofline semarak ditengah situasi pandemi sekarang ini. Begitu juga pemasaran buku online dan offline di berdayakan. Disamping penjualan door to door saat melaksanakan webinar atau pelatihan. Banyak strategi lain, pemasaran lewat media sosial Instagram, WA, Facebook. Media ini sangat menjanjikan atau bisa juga di pasarkan pada Market Place yang lagi buming saat ini
Inti dari perkuliahan kali ini, adalah teruslah mengembangkan materi yang mendukung terbitannya buku. Andalkanlah semua media online dan offline. Bekerjasamalah dengan sekolah , kampus, Intitusi dan pemerintah. Agar Penerbit Andi, tetap ada dan literasi bangsa ini tetap terjaga teruslah berkarya. Sehingga semangat dalam menerbikan tulisan para peserta menulis, bapak ibu guru akan tetap menyala. Meskipun medianya sudah berubah. Tantangan baru bagi guru, karena guru tidak hanya sekedar menjadi penulis saja. Guru dapat juga diandalkan dalam bentuk berdiskusi dan berinteraksi dengan saluran kanal-kanal moderen.
Demikianlah akhir resume yang ke-10 pada pelatihan Belajar Menulis Gelombang 19. Seperti kita ketahui naskah tetap membanjir dari calon penulis pemula. Apalagi masa pandemi ini, naskah terus ada karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berjalan. Setiap orang masih tetap berada di rumah. Aktivitas menulis pun meningkat, sehingga penerbit kewalahan untuk menggarapnya. Artinya semangat penulis dalam meninggalkan jejak tidak akan pernah sirna, walau badai pandemi melanda. Buku tetap akan menjadi keabadian yang akan merekam jejak petualang sang guru. Literasi yang baik adalah , bentuk persembahan buat Negeri ini
Judul : Pemasaran Buku
Resume : 10
Gelombang : 19
Tanggal : 2 Agustus 2021
Nara Sumber : Bapak Agus Subardana, S.E, M.M




ayo pasarkan bukumu
ReplyDeleteResumenya rapi dan lengkap. Semoga jejak petualang guru dapat menjadi keabadian. Semangat terus, Ibu.
ReplyDeleteTerima kasih bu.. Rosmiyati
ReplyDeleteAssalamu Alkm, Maaf Bunda saya anggota baru mohon bimbingan dan tegur sapanya semoga saya juga bisa menjadi bagian dari para penulis seperti Bunda
ReplyDeleteHalllooo mr Syafrudin... Semua kita orang baru..
ReplyDeleteSalam kenal🙏
Keren
ReplyDeleteTerimakasih Rumah Guru
ReplyDelete